Jumat, 24 Februari 2017

Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa?



Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa?

Dari fakta ini tampak bahwa binatang juga memiliki “Bahasa” , sekalipun Bahasa yang di gunakan oleh binatang berbeda dengan Bahasa yang dimiliki oleh manusia. Binatang juga menggunakan Bahasa untuk berkomunikasi dengan spesies yang sejenis. Seperti halnya manusia berbahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Namun bentuk komunikasi yang dilakukan oleh binatang juga terbatas. Bagi binatang Bahasa hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan primitif (primer) mengenai keadaan emosi tanda adanya bahaya mengenali sesama golongan memanggil pasangan atau anak adana makanan di tempat tertentu dan percumbuan (Markam 1991:21). Apabila manusia memakai sebagian besar otaknya untuk proses mental, termasuk proses kebahasaan binatang lebih banyak memakai otaknya untuk,kebutuhan-kebutuhan fisik (Dardjowidjojo, 2010 : 208).       

          Orang telah banyak melakukan penelitian dan mencoba mengajar binatang untuk berbahasa tetapi tidak satu pun dari mereka yang berhasil. Gua, seekor simpanse yang diteliti oleh Prof.Kellog dan istrina, dapat memahami sekitar tujuh puluh kata tetapi ia tidak dapat berbicara . Vicki, simpanse yang di ajar oleh Dr. Hayes dan istrinya hanya dapat mengatakan “Papa, Mama, Cup, dan Up”. Prof. Gardner dan istrinya juga melatih simpanse Washoe bahas isyarat . Dia berhasil menguasi sekitar 100 kata dala waktu 21 bulan, tetapi tetap saja tidak dapat berbicara. Dan terakhir simpanse yang di latih oleh Herbert Terrace yang dinamakan Nim Chimsky tampaknya menunjukkan adanya kemampuan menggabung kata, tetapi setelah diteiliti lebih lanjut kedapatan bahwa kemampuan itu semua belaka (Dardjowidjojo, 2010:5).

         Menurut Defleur, tindakan komunikatif di antara hewan yang diperoleh lewat belajar dilandasi penggunaan tanda alamiah. Esensi suatu tanda alamiah adalah stimulus baru yang mendahului stimulus lain (yang mampu membangkitkan respon) sedemikian rupa sehingga setelah pertukaran itu terjadi, membangkitkan respon, dengan mengabaikan stimulus semula, sehingga membentuk kebiasaan baru pada individu. Beberapa hewan berkomunikasi terutama lewat suara mereka, seperti lumba-lumba. Lumba-lumba mampu membuat suara yang berlainan untuk menyampaikan keinginan dan emosi mereka. Misalnya mereka menggunakan suara ceklekan atau suitan untuk menyampaikan pesan yang berkaitan dengan makanan, bahaya dan sebagainya. Di sinilah sesama hewan-hewan ini bisa berkomunikasi dengan menggunakan bahasa mereka sendiri, bahasa suara maupun bahasa gerak isyarat.

                                                                    Daftar Pustaka
Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa: Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Jakarta: PT. Grasindo.
Pinker, S. 1994. The Language Instinct: How The Mind Creates Language. New York: Harper Collins.
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. 2007).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar