Semantik
NAMA : FLORA GHODLIF ROBERT
NPM : 1640605030
LOKAL : A (PGSD-2016)
MATA KULIAH : BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEMANTIK
Bahasa merupakan suatu sistem lambang
bunyi yang bersifat arbiter. Maksudnya,
tidak ada hubungan wajib antara lambing berwujud kata atau laksem dengan
benda atau konsep yang ditandai. Misalnya kita tidak tidak dapat menjelaskan
kenapa benda yang biasa dipakai menulis yang terbuat dari kayu dinamakan pensil dan bukan sinpel atau pelsin .
1. PENGERTIAN SEMANTIK
Semantik adalah
bidang studi dalam linguistic yang mempelajari makna atau arti kata dalam
bahasa. Analisis semantik suatu bahasa hanya berlaku untuk bahasa hanya itu
saja, tidak bisa digunakan untuk menganalisis bahasa lain. Kata semantik yang
digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda
linguistik dengan hal-hal yang di tandainya atau dengan kata lain bidang studi
yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Hubungan Semantik dengan
kehidupan manusia sangat dekat karena bahasa yang digunakan manusia sebagai
alat komunikasi harus memperhatikan ketepatan makna sehingga petutur atau lawan
bicara kita dapat memahami penyampaian pesan komunikasi dengan baik.Contoh : dalam Bahasa inggris nasi adalah Rice. Rice ini mencakup semua tentang
nasi, dari awal bentuk proses galah, padi , beras sampai menjadi nasi semuanya
disebut dalam satu kata yang sama yaitu Rice, sedangkan dalam Bahasa Indonesia
yang baik galah, padi, beras maupun nasi memiliki kata dan makna yang berbeda.
2. JENIS-JENIS SEMANTIK
1. Semantik Leksikal : Makna leksikel
dapat diartikan sebagai makna yang bersifat leksem atau bersifat kata.
Menyelidiki makna yang sesuai dengan acuannya, makna yang sesuai dengan hasil
observasi panca indera, atau maknanya yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan
kita. Kajian makna lebih memusatkan pada peran unsur bahasa atau kata dalam
kaitannya dengan kata lain dalam suatu
Bahasa yang di sebut Semantik Leksikel. Berdasarkan maknanya,
dapat diartikan makna leksikal ialah makna kata secara lepas, tanpa kaitan
dengan kata yang lainnya dalam sebuah struktur (frase klausa atau kalimat).
Contoh: rumah : bangunan untuk tempat
tinggal manusia
makan : mengunyah
dan menelan sesuatu
makanan : segala
sesuatu yang boleh dimakan
2.
Semantik
Gramatikal : merupakan kajian makna dalam semantik yang khusus mengkaji makna dalam satuan kalimat. Tataran
tatabahasa memiliki morfologi.
Satuan-satuan morfologi yaitu morfem yang jelas ada maknanya. Oleh
karena itu, pada tataran ini ada masalah-masalah semantik yaitu disebut
semantik gramatikal karena objek studinya adalah makna-makna gramatikal
tersebut. Makna gramatikal (struktur) dalam semantik mempunyai
makna baru yang timbul akibat terjadinya proses gramatikal (pengimbuhan, pengulangan, pemajemukan).
Contoh: berumah : mempunyai rumah
rumah-rumah : banyak rumah
rumah makan : rumah tempat makan
rumah ayah : rumah milik ayah
3.
MANFAAT
SEMANTIK
1.
Bagi
wartawan, reporter dan jurnalis : akan memudahkan dalam memilih dan menggunakan
kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat
umum. Akan memudahkan dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat
dalam meyampaikan informasi-informasi
kepada masyarakat umum.
2.
Bagi
Peneliti Bahasa dan Sastra : Untuk memberi bekal teoretis kepadanya untuk dapat menganalisis
Bahasa atau Bahasa-bahasa yang di pelajarinya.
3.
Bagi
Guru :
Manfaat Teoritis, akan menolongnya
memahami dengan baik Bahasa yang akan di ajarkannya itu. Manfaat Praktis, akan
memudahkannya dalam mengajar murid-muridnya.
Bagi orang umum : Untuk dapat memahami dunia di
sekelilingnya yang penuh dengan informasi dan lalu lintas kebahasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar