Teori Sastra, Kritik Sastra dan Sejarah
Sastra
Teori sastra
Dalam arti sempit adalah studi sistematis mengenai
dan metode untuk menganalisis sastra. Akan tetapi, kata "teori" telah
menjadi istilah umum untuk berbagai pendekatan ilmiah untuk membaca teks. Teori
sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip,hukum,
kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yangbukan sastra.
Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistemilmiah atau pengetahuan
sistematik yang menerapkan pola pengaturanhubungan antara gejala-gejala yang
diamati. Teori berisi konsep/ uraiantentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu
pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu.
Kritik Sastra
Kritik sastra adalah salah satu
cabang ilmu sastra untuk menghakimi suatu karya sastra. Kritik sastra mencakup
penilaian guna memberi keputusan bermutu tidaknya suatu karya sastra. Kritik
sastra biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Penting bagi seorang kritikus
sastra untuk memiliki wawasan mengenai ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan
karya sastra, sejarah, biografi, penciptaan karya sastra, latar belakang karya
sastra, dan ilmu lain yang terkait. Kritik sastra memungkinkan suatu karya
dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Seorang kritikus sastra
mengurai pemikiran, paham-paham, filsafat, pandangan hidup yang terdapat dalam
suatu karya sastra. Sebuah kritik sastra yang baik harus menyertakan
alasan-alasan dan bukti-bukti baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya.
Sejarah Sastra
Sejarah sastra adalah ilmu yang
memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke waktu. Sejarah sastra
bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari tentang sastra dengan
berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori sastra, sejarah sastra dan
kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan. Sejarah Sastra merupakan salah satu dari tiga
cabang ilmu sastra, di samping Teori Sastra dan Kritik Sastra (Wellek &
Warren, 1990). Sejarah sastra mempelajari perkembangan sastra yang dihasilkan
oleh suatu masyarakat atau bangsa. Dalam konteks Indonesia, maka Sejarah Sastra
akan mempelajari perkembangan sastra nasional (Indonesia).
Kritik
Sastra dan Sejarah Sastra
Kritik sastra dan sejarah sastra memiliki
hubungan yang erat, maka tidak ada kritik sastra tanpa sejarah sastra. Akan
tetapi, keduanya memiliki wilayahnya sendiri dalam dunia sastra dan memiliki
perbedaan. Sejarah sastra akan menjelaskan "A" berasal dari
"B", sementara kritik sastra menilai "A" lebih baik dari
"B". Sejarah sastra berdasarkan pembuktian data-data historis,
sementara kritik sastra berdasarkan pada pendapat dan keyakinan seorang
kritikus sastra. Kaitan yang pasti antara sejarah sastra dan kritik sastra
adalah kritik sastra yang baik akan menganalisa suatu karya sastra dengan
melibatkan pemikiran dan sikap orang-orang dalam suatu zaman lahirnya sebuah
karya sastra. Hal ini penting karena setiap peiode sastra memiliki konsep dan
pemikiran yang berbeda-beda.Sejarah sastra berperan menghasilkan kritik sastra yang melampaui penilaian
atas dasar suka atau tidak suka. Kritikus sastra yang sadar akan sejarah sastra
mempunyai kemampuan untuk membedakan asli atau tidaknya sebuah karya sastra
yang sedang dihadapi.
Ketiga
bagian antara teori, sejarah dan kritik sastra di atas salingberkaitan dan
ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, seperti dibawah ini :
1. Hubungan
Sejarah Sastra dengan Teori Sastra
Sejarah
sastra banyak memerlukan bahan-bahan pengetahuan tentang
teori sastra. Misalnya, pembicaraan tentang suatu angkatan tidak
akan terlepas dari gaya bahasa, aliran, genre sastra, latar belakang cerita,
tema,dan sebagainya.Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari
hasil penyelidikan sejarah sastra. Pembicaraan tentang gaya bahasa atau tentang suatu
aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sastra secara keseluruhan.
Suatu pengertian dalam teori sastra kemungkinan mengalami perubahan dan
perkembangan. Misalnya, pengertian puisi, cerpen, novel dan lain-lain mengalami
perkembangan karena data-data tentang genre sastra tersebut memang
berkembang.
2. Hubungan
Sejarah Sastra dengan Kritik Sastra
Sejarah sastra
memerlukan bantuan juga dari kritik sastra. Tidak semua karya sastra yang
pernah terbit diadakan bahan penelitian sejarah sastra,tapi terbatas pada sejumlah
karya sastra tertentu. Untuk memilih dan menentukan karya sastra yang menjadi
objek penyelidikan sejarah sastra itu diperlukan bahan-bahan dari kritik sastra,
sebab tugas kritik sastralah untuk menentukan nilai suatu karya
sastra.Sebaliknya, kritik sastra pun membutuhkan bahan-bahan dari sejarah
sastra,terutama di dalam usaha menentukan asli tidaknya suatu karya sastra atau
ada tidaknya pengaruh dari sastra lain.
3. Hubungan
Kritik Sastra dengan Teori Sastra
Hubungan
kritik sastra dan teori sastra sangat berkitan. Usaha kritik sastra tidak akan
berhasil tanpa dilandasi oleh dasar-dasar pengetahuan tentang teori sastra. jika
kita hendak mengadakan suatu telah kritik terhadap suatu cerita novel, terlebih
dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang disebut novel, tentang
unsur-unsur suatu novel, misalnya tema, plot,gaya bahasa, perwatakan, setting,
sudut pandang cerita, dan sebagainya. Demikian juga jika kita hendak mengadakan
suatu analisis terhadap suatu kritik terhadap suatu puisi. Teori sastra merupakan sebagian modal bagi pelaksanaan kritik
sastra.Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari kritik
sastra,bahkan sebenarnya kritik sastra merupakan pangkal dari teori sastra. Teori
tanpa data merupakan teori yang kosong. Seperti halnya dijelaskan di atas, Kita
tak dapat menyusun teori sastra tanpa kritik dan sejarah sastra, sejarah sastra
tanpa kritik dan teori sastra dan kritik sastra tanpa teori dan sejarah. Kritik
sastra tidak akan mencapai sasaran apabila teori dan sejarah sastra tidak di jadikan
landasan berpihak. Demikian dengan teori dan sejarah sastra, karena teori
sastra tidak akan pernah sempurna tanpa bantuan sejarah dan kritik sastra sepanjang
aman. Hal yang sama tidak dapat dipaparkan apabila teori dan kritik sastra
tidak jelas.
Sumber :
Wellek, Rene dan Austin Warrren. 1990.
Teori Kesusastraan. Diterjemahkan dari Theory of Literature oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar