Senin, 15 Mei 2017

Teori Sastra


Teori Sastra, Kritik Sastra dan Sejarah Sastra

Teori sastra   
    Dalam arti sempit adalah studi sistematis mengenai dan metode untuk menganalisis sastra. Akan tetapi, kata "teori" telah menjadi istilah umum untuk berbagai pendekatan ilmiah untuk membaca teks. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip,hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yangbukan sastra. Secara umum yang dimaksud dengan teori adalah suatu sistemilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturanhubungan antara gejala-gejala yang diamati. Teori berisi konsep/ uraiantentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu.

Kritik Sastra
    Kritik sastra adalah salah satu cabang ilmu sastra untuk menghakimi suatu karya sastra. Kritik sastra mencakup penilaian guna memberi keputusan bermutu tidaknya suatu karya sastra. Kritik sastra biasanya dihasilkan oleh kritikus sastra. Penting bagi seorang kritikus sastra untuk memiliki wawasan mengenai ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengan karya sastra, sejarah, biografi, penciptaan karya sastra, latar belakang karya sastra, dan ilmu lain yang terkait. Kritik sastra memungkinkan suatu karya dapat dianalisis, diklasifikasi dan akhirnya dinilai. Seorang kritikus sastra mengurai pemikiran, paham-paham, filsafat, pandangan hidup yang terdapat dalam suatu karya sastra. Sebuah kritik sastra yang baik harus menyertakan alasan-alasan dan bukti-bukti baik langsung maupun tidak langsung dalam penilaiannya.

Sejarah Sastra
    Sejarah sastra adalah ilmu yang memperlihatkan perkembangan karya sastra dari waktu ke waktu. Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yaitu ilmu yang mempelajari tentang sastra dengan berbagai permasalahannya. Di dalamnya tercakup teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra, dimana ketiga hal tersebut saling berkaitan.  Sejarah Sastra merupakan salah satu dari tiga cabang ilmu sastra, di samping Teori Sastra dan Kritik Sastra (Wellek & Warren, 1990). Sejarah sastra mempelajari perkembangan sastra yang dihasilkan oleh suatu masyarakat atau bangsa. Dalam konteks Indonesia, maka Sejarah Sastra akan mempelajari perkembangan sastra nasional (Indonesia).


Kritik Sastra dan Sejarah Sastra
    Kritik sastra dan sejarah sastra memiliki hubungan yang erat, maka tidak ada kritik sastra tanpa sejarah sastra. Akan tetapi, keduanya memiliki wilayahnya sendiri dalam dunia sastra dan memiliki perbedaan. Sejarah sastra akan menjelaskan "A" berasal dari "B", sementara kritik sastra menilai "A" lebih baik dari "B". Sejarah sastra berdasarkan pembuktian data-data historis, sementara kritik sastra berdasarkan pada pendapat dan keyakinan seorang kritikus sastra. Kaitan yang pasti antara sejarah sastra dan kritik sastra adalah kritik sastra yang baik akan menganalisa suatu karya sastra dengan melibatkan pemikiran dan sikap orang-orang dalam suatu zaman lahirnya sebuah karya sastra. Hal ini penting karena setiap peiode sastra memiliki konsep dan pemikiran yang berbeda-beda.Sejarah sastra berperan menghasilkan kritik sastra yang melampaui penilaian atas dasar suka atau tidak suka. Kritikus sastra yang sadar akan sejarah sastra mempunyai kemampuan untuk membedakan asli atau tidaknya sebuah karya sastra yang sedang dihadapi.

Ketiga bagian antara teori, sejarah dan kritik sastra di atas salingberkaitan dan ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, seperti dibawah ini :

1. Hubungan Sejarah Sastra dengan Teori Sastra

Sejarah sastra banyak memerlukan bahan-bahan pengetahuan  tentang  teori sastra. Misalnya, pembicaraan tentang suatu angkatan tidak akan terlepas dari gaya bahasa, aliran, genre sastra, latar belakang cerita, tema,dan sebagainya.Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari hasil penyelidikan sejarah sastra. Pembicaraan tentang gaya bahasa atau tentang suatu aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sastra secara keseluruhan. Suatu pengertian dalam teori sastra kemungkinan mengalami perubahan dan perkembangan. Misalnya, pengertian puisi, cerpen, novel dan lain-lain mengalami perkembangan karena data-data tentang genre sastra tersebut memang berkembang.

2. Hubungan Sejarah Sastra dengan Kritik Sastra

Sejarah sastra memerlukan bantuan juga dari kritik sastra. Tidak semua karya sastra yang pernah terbit diadakan bahan penelitian sejarah sastra,tapi terbatas pada sejumlah karya sastra tertentu. Untuk memilih dan menentukan karya sastra yang menjadi objek penyelidikan sejarah sastra itu diperlukan bahan-bahan dari kritik sastra, sebab tugas kritik sastralah untuk menentukan nilai suatu karya sastra.Sebaliknya, kritik sastra pun membutuhkan bahan-bahan dari sejarah sastra,terutama di dalam usaha menentukan asli tidaknya suatu karya sastra atau ada tidaknya pengaruh dari sastra lain.

3. Hubungan Kritik Sastra dengan Teori Sastra

Hubungan kritik sastra dan teori sastra sangat berkitan. Usaha kritik sastra tidak akan berhasil tanpa dilandasi oleh dasar-dasar pengetahuan tentang teori sastra. jika kita hendak mengadakan suatu telah kritik terhadap suatu cerita novel, terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang disebut novel, tentang unsur-unsur suatu novel, misalnya tema, plot,gaya bahasa, perwatakan, setting, sudut pandang cerita, dan sebagainya. Demikian juga jika kita hendak mengadakan suatu analisis terhadap suatu kritik terhadap suatu puisi. Teori sastra merupakan sebagian modal bagi pelaksanaan kritik sastra.Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari kritik sastra,bahkan sebenarnya kritik sastra merupakan pangkal dari teori sastra. Teori tanpa data merupakan teori yang kosong. Seperti halnya dijelaskan di atas, Kita tak dapat menyusun teori sastra tanpa kritik dan sejarah sastra, sejarah sastra tanpa kritik dan teori sastra dan kritik sastra tanpa teori dan sejarah. Kritik sastra tidak akan mencapai sasaran apabila teori dan sejarah sastra tidak di jadikan landasan berpihak. Demikian dengan teori dan sejarah sastra, karena teori sastra tidak akan pernah sempurna tanpa bantuan sejarah dan kritik sastra sepanjang aman. Hal yang sama tidak dapat dipaparkan apabila teori dan kritik sastra tidak jelas.

Sumber :
    Wellek, Rene dan Austin Warrren. 1990. Teori Kesusastraan. Diterjemahkan dari Theory of                         Literature oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar