Berita
BERAU POST Selasa,
14 Februari 2017
Masih Maraknya Judi Sabung Ayam di
Talisayan
Talisayan – Judi
Sabun ayam nampaknya sudah seperti budaya bagi masyarakat wilayah pesisir
selatan Berau, termasuk di Kecamatan Talisayan. Meski sering ditertibkan, judi
yang identik pertarungan ayam ini terus saja berkembang. Tak heran hal ini pun,
membuat geram Kapolsek Talisayan Iptu Faisal Hamid.
Polisi berpangkat
dua balok ini,mengaku sering mendapatkan laporan ini masyarakat yang merasa
resah dengan aktivitas judi sabung ayam di wilayahnya. Terutama di daerah
ekstransmigrasi yang jauh dari jangkauan aparat kepolisian.
“Saya cukup
prihatin dengan masih maraknya judi sabung ayam ini, seolah sudah mendarah
daging buat mereka. Meski sering di tertibkan, masih saja mereka berjudi di
tempat lain.” Beber Faisal kepada media ini, Kemarin (13/2).
Beberapa waktu
lalu, lanjut Faisal, pihaknya sempat melakukan operasi dan berhasil menjaring
puluhan pelaku judi sabung ayam. Namun, hal itu tidak memberikan efek jera. Menurut
infomasi yang berhasil di terimanya, judi sabung ayam ini biasanya dilakukan di
dekat perkampungan.
“Hanya saja, setiap
kami adakan operasi penertiban, selalu bocor duluan. Kadang, ketika kami sudah
sampai di lokasi, para pemain judi sudah bubar. Itu juga jadi salah satu
kendala kami melakukan penertiban”, ungkapnya.
Faisal mengaku
dari informasi yang di dapat, pihaknya sudah mengantongi identitas beberapa
pemain judi sabung ayam. Namun belum cukup bukti, untuk melakukan penangkapan.
Untuk membawa ke rana hokum, kata Dia, setidaknya ada dua alat bukti.
Ia bahkan menduga
aktivitas judi sabung ayam ini juga melibatkan oknum aparat keamanan. Dugaan
itu tak lepas dari seringnya operasi penertiban, namun selalu gagal menangkap
pelaku.
“Kalau ada aparat
yang terlibat, saya tidak akan pandang bulu. Siapapun dia. Masyarakat atau
aparat keamanan, kita hantam semuanya,” pungkasnya.
1. frase endosentrik : - pihaknya sempat melakukan operasi dan berhasil menjaring puluhan pelaku judi sabung ayam.
- Masyarakat atau aparat keamanan
2. frase nomina : Dua alat bukti.
3. frase ambigu : pandang bulu, mendarah daging
4. frase keterangan : Di wilayahnya
5. frase verba : melakukan penangkapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar