Berita
Membangun generasi
penerus bukan semata-mata tanggungjawab pemerintah. Kekuatan dan tangan
pemerintah sangat terbatas. Keterlibatan komponen dalam masyarakat (keluarga,
tokoh masyrakat, LSM, dan para relawan) secara kompak (terintegrasi
bersinergis) merupakan kekuatan paling optimal dalam melindungi anak-anak. Di
tengah-tengah masyarakatlah anak-anak lebih banyak berada dan masyarakatlah
yang memiliki kesempatan paling banyak untuk secara langsung melindungi mereka.
Oleh karena itu , Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)
merupakan model perlindungan anak paling komprehensif yang bisa diterapkan dan
diharapkan lebih menjamin keberlanjutannya.
Morfem Terikat
1. Membangun 2. Penerus
3. Terbatas 4. Relawan
5. Terintegrasi 6. Terpadu
7. Berbasis 8. Menjamin
9.
Diharapkan 10. Melindungi
11.
Kekuatan 12. Memiliki
13.
Diterapkan 14. Keterlibatan
15.
Merupakan 16. Perlindungan
17.
Berada 18. Kekuatan
19.
Pemerintah 20. Keberlanjutannya
Morfem Bebas
1. Generasi 2. Bukan
3. Dan 4. Tangan
5. Sangat 6. Komponen
7. Dalam 8. Masyarakat
9. Keluarga 10. Tokoh
11. Para 12. Secara
13. Kompak 14. Paling
15. Paling 16. Optimal
17. Lebih 18. Yang
19. Banyak 20. Untuk
21.Langsung 22. Mereka
23. Oleh 24. Karena
25. Itu 26. Model
27. Bisa 28. Komprehensif
Pemajemukan
1. Tanggungjawab
Reduplikasi
1. Anak-anak
2. Tengah-tengah
3. Semata-mata
Pengertian Morfologi
Bidang linguistik atau tata bahasa yang mempelajari
kata dan proses pembentukan kata secara gramatikal disebut morfologi. Dalam
beberapa buku tata bahasa, morfologi dinamakan juga tata bentukan.
Satuan ujaran yang mengandung makna (leksikal atau gramatikal) yang turut serta dalam pembentukan kata atau yang rnenjadi bagian dari kata disebut morfem.Berdasarkan potensinya untuk dapat berdiri sendiri dalam suatu tuturan, Morfem dibedakan atas dua macam yaitu :
Satuan ujaran yang mengandung makna (leksikal atau gramatikal) yang turut serta dalam pembentukan kata atau yang rnenjadi bagian dari kata disebut morfem.Berdasarkan potensinya untuk dapat berdiri sendiri dalam suatu tuturan, Morfem dibedakan atas dua macam yaitu :
- morfem terikat, morfem yang tidak mempunyai potensi untuk berdiri sendiri, sehingga harus selalu hadir dengan mengikatkan dirinya dengan modem bebas lewat proses morfologis, atau proses pembentukan kata, dan
- morfem bebas, yang secara potensial mampu berdiri sendiri sebagai kata dan secara gramatikal menduduki satu fungsi dalam kalimat.
Dalam bahasa Indonesia morfem bebas disebut juga
kata dasar. Satuan ujaran seperti buku, kantor, arsip, uji, ajar, kali,
pantau, dan liput rnerupakan modem bebas atau kata dasar; sedang kan me-,
pe-, -an, ke - an, di-, swa-, trans-, -logi, -isme merupakan morfem
terikat.
Proses
Morfologis
Proses morfologis
menurut Samsuri (1985:190) adalah cara pembentukan kata-kata dengan
menghubungkan morfem yang satu dengan morfem yang lain. Proses morfologis
meliputi (1) afiksasi, (2) reduplikasi dan (3)Pemajemukan.
1. Afiksasi
Afiksasi menurut
Samsuri (1985: 190), adalah penggabungan akar kata atau pokok dengan afiks.
Afiks ada tiga macam, yaitu awalan, sisipan, dan akhiran. Karena letaknya yang
selalu di depan bentuk dasar, sebuah afiks disebut awalan atau prefiks. Afiks
disebut sisipan (infiks) karena letaknya di dalam kata, sedangkan akhiran
(sufiks) terletak di akhir kata.
a. Prefiks
(Awalan)
Prefiks
be(R )
Prefiks be(R) memiliki beberapa variasi.
Be(R)- bisa berubah menjadi be – dan bel -. Be(R)- berubah menjadi be-
jika (a) kata yang dilekatinya diawali dengan huruf r dan (b) suku kata pertama
diakhiri dengan er yang di depannya konsonan.
be(R)- + renang → berenang .
be(R)+ ternak —
beternak
be(R)+ kerja --
bekerja
b. Infiks
(Sisipan)
Infiks termasuk afiks yang penggunaannya
kurang produktif. Infiks dalam bahasa Indonesia terdiri dari tiga macam: -el-, -em-, dan
–er-.
a. infiks - el -,
misalnya, geletar;
b. infiks - er -,
misalnya, gerigi, seruling; dan
c. infiks
-em-, misalnya, gemuruh, gemetar
c. Sufiks
(Akhiran)
Sufiks dalam bahasa
Indonesia mendapatkan serapan asing seperti wan, wati, man. Adapun akhiran yang
asli terdiri dari –an, -kan, dan –i.
a. sufiks – an , misalnya,
dalam ayunan, pegangan, makanan;
b. sufiks – i ,
misalnya, dalam memagari memukuli, meninjui;
c. sufiks - kan, misalnya,
dalam memerikan, melemparkan; dan
d. sufiks - nya, misalnya, dalam
susahnya, berdirinya.
2. Reduplikasi
Reduplikasi adalah
proses pengulangan kata dasar baik keseluruhan maupun sebagian. Reduplikasi
dalam bahasa Indonesia dapat dibagi sebagai berikut: a. pengulangan seluruh
Dalam bahasa Indonesia perulangan seluruh adalah perulangan bentuk dasar tanpa
perubahan fonem dan tidak dengan proses afiks.
Misalnya: Orang → orang-orang
Cantik → cantik-cantik
3. Pemajemukan
Pemajemukan yaitu
proses morfologis yang berupa perangkaian (bersama-sama) dua buah bentuk dasar
(bentuk asal) atau lebih yang menghasilkan satu kata (Prawirasumantri,
1986:10), Hasil proses pemajemukan disebut kata majemuk, Ramlan (1983:67)
mendefinisikan kata majemuk yakni kata yang terdiri dari dua kata atau lebih
sebagai unsurnya. kata mjemuk, “kata yang terdiri dan dua kata atau lebih”,
maka kata-kata seperti beras-petas, lalu-lalang, simpang-siur.
Contoh : Rumah + Sakit
Tanggung + Jawab
a.Rumah sakit itu
baru dibangun.
b. Kamu harus
tanggungjawab.
Sumber Morfologi:
Alwi,
Hasan 1998 Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta : Departemen Pendidikan
dan
Kebudayaan
Indonesiads
Chaer, Abdul, 1994 Linguistik Umum ,
Jakarta : Penerbit Rineka Cipta
Kridalaksana, Harimurti 1989 Pembentukan Kata
dalam Bahasa Indonesia Edisi kedua,
Jakarta
: Gramedia.
Tugasnya sangat bagus...Lanjutkan!!!
BalasHapus